Mahasiswa desak pencopotan Kapolda Jambi diduga gagal menangani karhutla

 

Kerisjambi.id | Jakarta, 13 Agustus 2026 — ketua umum persatuan mahasiswa Jambi jakarta raya (permaja jaya) mendatangi mabes polri terkait polemik karhutla yang sudah beredar luas di Jambi. Karhutla Jambi dilaporkan telah mencapai lebih dari 137 hektare, tetapi penanganannya masih menjadi tanda tanya besar. PERMAJA JAYA menilai kondisi ini menunjukkan lemahnya sense of crisis dan kepemimpinan aparat kepolisian dalam menghadapi ancaman Karhutla.


Menko Polkam Djamari Chaniago juga telah menegaskan bahwa aturan pencopotan Kapolda yang gagal menangani Karhutla masih berlaku. Maka pertanyaannya sederhana: kalau gagal, mengapa masih dipertahankan?


Ketua Umum PERMAJA JAYA Rian Ariansyah menegaskan bahwa dirinya telah melaporkan Kapolda Jambi ke Mabes Polri dan meminta laporan tersebut segera ditindaklanjuti.


“Jangan jadikan aturan pencopotan hanya gertakan. Kami menilai Kapolda Jambi sudah gagal menangani Karhutla di Jambi, bahkan ketika kebakaran hutan terjadi Kapolda malah sibuk dengan acara seremonial running, maka dari itu Kapolri harus berani mencopot Kapolda Jambi. Jangan tunggu Jambi terbakar lebih luas baru negara bertindak!” tegas Rian.


PERMAJA JAYA juga menegaskan akan turun ke jalan kalau mereka tidak didengarkan, "Kami pastikan ketika laporan kami hari ini tidak di tindak lanjuti maka kami pastikan akan turun kejalan bersama mahasiswa lainnya",. Tutup rian.