Ida Mariyanti ( Pimpinan Sanggar Disabilitas Prestasi Rindani ) dan Aski (Rekan Difabel Berprestasi)
Kerisjambi.id, Jambi- Keterbatasan pendengaran tak pernah mampu memadamkan binar talenta dalam diri Tazkiah Azzahirah Azka. Siswi kelas 8 SLB Negeri 1 Kota Jambi yang akrab disapa Aski ini terus membuktikan bahwa dunia fashion dan seni adalah milik siapa saja yang mau berjuang. Dari panggung catwalk hingga ruang-ruang kreasi, Aski tampil menjadi pahlawan muda yang mematahkan stigma disabilitas.
Keberhasilan Aski tidak lepas dari pertemuannya dengan Sanggar Disabilitas Prestasi Rindani pada Agustus 2022 lalu. Di tengah minimnya ruang publik yang benar-benar peduli dan ramah terhadap anak-anak berkebutuhan khusus di Jambi, Sanggar Batik Rindani hadir melangkah berbeda. Sanggar ini bukan sekadar tempat beraktivitas, melainkan wadah inklusif yang menempa kepercayaan diri, mengasah keterampilan, dan membukakan pintu sosialisasi bagi anak-anak disabilitas dengan seluruh lapisan masyarakat.
Di Sanggar Disabilitas Prestasi Rindani, potensi Aski yang melimpah menemukan ruang tumbuhnya. Tak hanya mahir membatik, Aski mengepakkan sayap keterampilannya hingga menguasai seni merias wajah (makeup), melukis, hingga mewarnai.
Namun, dampak terbesar dari Sanggar Rindani adalah transformasinya dalam mengubah penerima manfaat menjadi penggerak. Di rumah kreasi ini, Aski dipercaya menduduki peran penting sebagai coach atau pelatih modeling bagi anak-anak di lingkungan sanggar. Sentuhan dingin Aski dalam mengajar membuahkan hasil manis; anak didiknya berhasil merengkuh berbagai gelar juara dalam ajang-ajang besar di Jambi.
Seiring bimbingannya yang melahirkan juara baru, deretan mahkota dan penghargaan pribadi pun terus diukir oleh Aski, antara lain:
-Winner Duta Pelajar Berprestasi Provinsi Jambi 2024
-Juara 3 Duta Batik Provinsi Jambi 2024
-The Best Traditional Costume Face of Indonesia Jambi 2026
-Putri Inteligensia Banjuran Budayo 2026
Melihat tumbuh kembang anak dan ekosistem pendukungnya, Agus Budianto, ayah Aski, menyampaikan pesan mendalam terkait pentingnya keberadaan Sanggar Batik Rindani bagi masa depan anak-anak disabilitas.
"Kami memohon agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada sanggar kami, khususnya Sanggar Batik Rindani, dengan menyediakan ruang bagi anak-anak untuk berkreasi dan berekspresi. Anak-anak kami memiliki kemampuan yang setara dan sanggup bersaing. Kami berharap pemerintah tidak berfokus pada kekurangan mereka, melainkan melihat potensi serta kelebihan nyata yang telah mereka raih," ujar Agus Budianto.
Sinergi nyata antara ketangguhan Aski dan komitmen Sanggar Disabilitas Prestasi Rindani menjadi bukti hidup bahwa ketika ruang dan kesempatan dibuka secara adil, anak-anak disabilitas mampu melangkah jauh melampaui batas. Semangat ini terangkum indah dalam prinsip yang selalu mereka pegang teguh: "Kami bisa karena kami luar biasa."
Kisah ini mengingatkan kepada kita bahwa keterbatasan bukanlah batasan untuk berkarya dan berprestasi. Ketika wadah inklusif seperti Sanggar Disabilitas Prestasi Rindani hadir memberikan ruang dan kesempatan yang setara, anak-anak istimewa seperti Aski tidak hanya mampu berdiri tegak memimpin langkahnya sendiri, tetapi juga mampu menuntun orang lain menuju puncak kesuksesan. Sebab, seperti motto yang selalu mereka gaungkan: "Kami bisa karena kami luar biasa." (*Red)





