Kerisjambi.id, JAMBI - Ikhtiar panjang untuk memberikan akses pendidikan agama bagi anak-anak penyandang disabilitas akhirnya membuah hasil. Sanggar Disabilitas Prestasi Rindani resmi memulai program pembelajaran mengaji Al-Qur'an menggunakan bahasa isyarat sejak Sabtu, 1 Agustus lalu.
Pemilik Sanggar Disabilitas Prestasi Rindani, Ida Mariyanti, menceritakan awal mula ide ini muncul saat menghadiri pameran STQ (Seleksi Tilawatil Qur'an) 2024 di mana Provinsi Jambi menjadi tuan rumah. Saat berkunjung ke stan Depag (Kementerian Agama), Ida bertemu dengan Ida Zuliya Choiruddin, salah satu penyusun Mushaf Al-Qur'an Bahasa Isyarat.
Melihat kebutuhan anak-anak binaannya di sanggar yang memiliki semangat tinggi untuk mengaji, Ida menyampaikan permohonan agar bisa memperoleh buku petunjuk tersebut. Penulis menyambut baik niat mulia tersebut dan menyerahkan dua eksemplar buku untuk digunakan.
Dua buku tersebut dimanfaatkan secara optimal. Satu eksemplar diserahkan kepada Istri Gubernur Jambi sebagai bahan laporan dan advokasi agar pemerintah daerah mendukung fasilitasi mengaji isyarat, sementara satu eksemplar lagi diberikan kepada salah seorang anak pembinaan bernama Aski.
Namun, tantangan utama berlanjut pada ketersediaan pengajar yang menguasai Al-Qur'an bahasa isyarat di Jambi. Pencarian panjang itu menemukan titik terang setelah Ida berkoordinasi dengan pihak SLB Sri Soedewi, yang kemudian merekomendasikan Ebin Kurniawan, pengajar dari SLB Negeri 1 Kota Jambi.
"Alhamdulillah, Pak Ebin bersedia mengajar. Pembelajaran perdana sudah dimulai pada 1 Agustus lalu, dilaksanakan setiap hari Sabtu bakda Asar hingga menjelang Magrib di Sanggar Disabilitas Prestasi Rindani," terangnya.
Melihat antusiasme peserta, Ida juga menyiapkan opsi penambahan pengajar lain, salah satunya Siti Rabiyah, S.Pd., dari SLB Negeri 2 Kota Jambi, untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah anak yang ingin belajar.
Tak hanya menyelenggarakan kelas mengaji, Sanggar Disabilitas Prestasi Rindani juga menyerahkan bantuan buku mushaf Al-Qur'an bahasa isyarat ke sekolah-sekolah inklusif. Bantuan tersebut disalurkan ke SLB Negeri 1 Kota Jambi sebanyak 65 buah dan SLB Negeri 2 Kota Jambi sebanyak 15 buah untuk dibagikan kepada anak-anak penyandang tunarungu.
"Semoga buku mushaf yang kami serahkan ini dapat menambah pengetahuan anak-anak tunarungu serta membawa keberkahan dan manfaat bagi kita semua," tambah Ida.
Kegiatan positif ini telah dilaporkan kepada Pembina dan Penasihat Sanggar, Hajah Hesti Haris, yang juga menjabat sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Jambi. Program ini mendapat dukungan penuh dan arahan untuk menjajaki kerja sama dengan BAZNAS guna keberlanjutan operasional serta skema insentif bagi para pengajar.
Ida berharap program ini dapat melengkapi porsi pembelajaran di sekolah formal yang waktunya relatif terbatas. Ia mengimbau para orang tua untuk terus mendampingi dan memotivasi anak-anak mereka agar tekun belajar membaca Al-Qur'an.
"Harapan kami, anak-anak tidak hanya dibekali keterampilan duniawi, tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kuat untuk akhirat. Semoga langkah kecil ini mendapat perhatian dan dukungan luas dari pemerintah daerah maupun para dermawan," tutur Ida.
Saat ini, kegiatan mengaji bahasa isyarat dipusatkan di Sanggar Disabilitas Prestasi Rindani, Jalan Sumantri Brojonegoro, Kelurahan Payo Lebar, Kompleks Setia Negara (Kosera)Blok F8 F, Sipin, Kota Jambi. (*Red)







