Dari Jambi Memikat Panggung Nasional: Cerita Sanggar Disabilitas Prestasi Rindani Menyulam Harapan

Kerisjambi.id, Jambi- Di balik guratan motif batik yang elok, tersimpan cerita tentang ketekunan, mimpi, dan ketulusan yang merajut asa. Di Sanggar Disabilitas Prestasi Rindani, Jambi, keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk merengkuh kemandirian. Sanggar ini berdiri mandiri tanpa donatur tetap, hidup dari keringat dan karya anak anak disabilitas yang terus berjuang mengukir masa depan lewat selembar kain.

Gubernur Jambi dan Istri Mengenakkan Karya Batik Rindani

Jalan panjang sanggar ini menemukan momentumnya ketika sang pemilik, Ida Mariyanti, berkesempatan mengenalkan karya anak anak sanggar melalui jejaring alumni SMA Negeri 4 Jambi. Pertemuan itu menjadi pintu pembuka yang mempertemukan mereka dengan sosok sosok yang peduli pada isu disabilitas, seperti Hesti Haris, istri Gubernur Jambi sekaligus Pembina Sanggar Disabilitas Prestasi Rindani, serta Lin Afriansyah Noor, istri dari Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor.

Lin Afriansyah Noor

Dukungan nyata ditunjukkan langsung oleh Lin Afriansyah Noor saat meninjau langsung operasional Sanggar Disabilitas Prestasi Rindani di Jambi dengan didampingi perwakilan Balai Pelatihan Vokasi dari Padang dan Jambi. Kunjungan ini tidak hanya memberikan dorongan moral, tetapi juga memperkuat pelatihan kapabilitas membatik tulis bagi 16 pendamping dan penyandang disabilitas yang difasilitasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

Puncak dari apresiasi tersebut membuncah ketika karya karya batik tulis dan cap buatan anak anak disabilitas Rindani tampil memukau dalam ajang bertajuk "Gema Disabilitas: Menenun 1000 Harapan" di Aula Gedung PU, Jambi. Tak berhenti di tingkat lokal, rasa bangga Ida Mariyanti makin meluap ketika hasil olahan kain buatan anak didiknya dipamerkan dalam peragaan busana (wastra) pada event nasional di Jakarta.


"Terharu sekali saat melihat baju buatan anak anak disabilitas Rindani dipesankan dan tampil di ajang wastra event nasional di Jakarta. Terima kasih banyak kepada Ibu Hesti Haris yang telah membuka ruang bagi kami, serta Ibu Lin Afriansyah Noor yang begitu peduli. Kami berdiri sendiri tanpa donatur, jadi setiap produk yang dibeli adalah penyambung operasional harian kami," ujar Ida Mariyanti penuh haru.

Wamenaker Afriansyah Noor dan Ida Mariyanti 
Bagi Ida dan seluruh anggota sanggar, setiap lembar kain batik yang dibeli oleh para dermawan dan pejabat daerah bukan sekadar transaksi ekonomi, melainkan wujud nyata kepedulian yang menyalakan roda operasional harian sanggar. Keterlibatan para tokoh nasional dan daerah ini membuktikan bahwa karya dari Jambi mampu bersaing dan bersinar di panggung nasional.
Karya Batik Rindani ditampilkan saat fashion Show

Sebagai bentuk pemberdayaan dan wujud kepedulian terhadap kelestarian Batik Jambi, produk kain batik hasil kerajinan Sanggar Disabilitas Prestasi Rindani bahkan telah ditampilkan oleh Lin Afriansyah Noor pada ajang fashion bertajuk Cahaya Wastra Nusantara di Jakarta beberapa waktu lalu. Hal ini menjadi bukti nyata atas komitmen dan penghargaan tinggi terhadap karya lokal anak-anak disabilitas agar mampu berkibar di tingkat nasional.

"Kami juga bisa hebat karena kami luar biasa. Prinsip kami sederhana: kerja ikhlas, kerja cerdas, dan akhirnya bahagia,terima kasih ibu Lin untuk supportnya. Ini sangat berarti bagi kami" pungkas Ida. (*Red)