Tak Genap Dua Tahun kuliah, M. Marwan Mahdi Tuntaskan Gelar Magister Ekonomi dengan Predikat Cumlaude di Usia 24 Tahun,Ini Profil nya


Kerisjambi.id Jambi 31/08/2026 - M. Marwan Mahdi, yang akrab disapa Didi, lahir pada 14 Oktober 2001. Ia merupakan putra dari Ahmad Sargawi, seorang buruh, dan RTS Maryati, seorang ibu rumah tangga. Tumbuh dari keluarga sederhana membuat perjalanan pendidikan Didi tidak selalu berjalan mudah. Namun, keterbatasan tersebut justru menjadi salah satu alasan baginya untuk terus berusaha memperbaiki kehidupan melalui pendidikan.

Didi menjadi orang pertama dalam keluarganya yang berhasil menyandang gelar sarjana sekaligus magister. Pencapaian tersebut memiliki makna tersendiri baginya, bukan hanya sebagai keberhasilan pribadi, tetapi juga sebagai bentuk kebanggaan bagi kedua orang tuanya yang selama ini menjadi sumber kekuatan dalam perjalanan hidupnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Didi melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister Ilmu Ekonomi di Universitas Jambi. Keputusan untuk melanjutkan studi bukanlah perkara sederhana. Persoalan biaya pendidikan menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapinya. Dengan berbagai keterbatasan dan perjuangan dalam mencari jalan agar tetap dapat melanjutkan pendidikan, Didi terus berusaha hingga akhirnya mendapatkan kesempatan melalui Beasiswa Unggulan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI).

Kesempatan memperoleh beasiswa tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan akademiknya. Dengan dukungan beasiswa, Didi dapat melanjutkan pendidikan dengan lebih baik sekaligus membuktikan bahwa kesempatan yang diperoleh harus dijawab dengan kesungguhan dan tanggung jawab.

Di bangku magister, Didi tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Ia juga terus berusaha membangun dirinya melalui organisasi, memperluas pergaulan, membangun jejaring, serta terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kepemudaan. Baginya, pendidikan formal merupakan salah satu bagian dari proses pembentukan diri, sementara pengalaman berorganisasi dan berinteraksi dengan banyak orang menjadi ruang untuk memperoleh soft skill, pengalaman kepemimpinan, serta jaringan yang akan menjadi bekal dalam menapaki kehidupan.

Perjalanan tersebut kemudian membawanya terlibat dalam berbagai aktivitas organisasi dan profesional. Didi aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kemudian dalam lingkungan HIPMI Kota Jambi, terlibat dalam kegiatan olahraga melalui POBSI Kota Jambi, serta memiliki pengalaman dalam berbagai kegiatan organisasi dan pekerjaan. Di samping itu, ia juga mengembangkan kemampuan di bidang desain dan branding yang menjadi salah satu keterampilan praktis yang terus diasahnya di luar dunia akademik.

Di tengah berbagai aktivitas tersebut, Didi tetap berusaha menyelesaikan pendidikan magisternya dengan baik. Perjalanan menyelesaikan studi bukan tanpa tekanan. Proses perkuliahan, penelitian, penyusunan tesis, bimbingan, revisi, hingga tahap akhir pendidikan harus dijalani dengan disiplin dan kemampuan mengatur waktu. Tantangan akademik tersebut berjalan beriringan dengan berbagai tanggung jawab lain yang telah dipilih dan dijalaninya.

Kerja keras tersebut akhirnya terbayar. Pada Sabtu, 29 Agustus 2026, di usia 24 tahun, M. Marwan Mahdi resmi diwisuda dan menyandang gelar M. Marwan Mahdi, S.E., M.E. Didi berhasil menyelesaikan pendidikan Magister Ilmu Ekonomi dalam waktu 1 tahun 11 bulan, atau sebelum genap dua tahun, dengan predikat Cumlaude.

Bagi Didi, pencapaian tersebut bukan sekadar tentang selembar ijazah atau tambahan gelar di belakang nama. Di balik gelar magister tersebut terdapat perjalanan panjang yang dimulai dari keluarga sederhana, perjuangan orang tua, persoalan pembiayaan pendidikan, kesempatan mendapatkan beasiswa, hingga proses membangun diri melalui pendidikan, organisasi, dan jejaring.

Didi percaya bahwa setiap orang memiliki perjalanan dan waktunya masing-masing. Karena itu, keberhasilan tidak semestinya hanya diukur dari seberapa cepat seseorang sampai pada tujuan, tetapi juga dari seberapa kuat seseorang bertahan dan terus berjalan ketika menghadapi keterbatasan.

Kini, gelar Magister Ekonomi yang diraihnya bukan menjadi akhir perjalanan, melainkan awal untuk menapaki fase kehidupan yang baru. Dengan bekal pendidikan, pengalaman organisasi, soft skill, dan jejaring yang terus dibangun, Didi ingin terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan di sekitarnya.

Perjalanan seorang anak dari keluarga sederhana hingga menjadi sarjana dan magister di usia 24 tahun menjadi pengingat bahwa keterbatasan tidak selalu menjadi penghalang. Selama seseorang memiliki kemauan untuk belajar, keberanian untuk berproses, kesungguhan dalam berusaha, dan tidak mudah menyerah, selalu ada jalan yang dapat ditempuh menuju cita-cita.(**)