Kerisjambi.id- Politeknik Jambi memberikan pelatihan manajemen rantai pasok (supply chain management) dan pemasaran digital kepada pelaku UMKM Lapis Angso Duo untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tersebut digelar di Ruang Seminar Kampus Politeknik Jambi, Kamis (11/6/2026). Program ini didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.
Pelatihan tersebut dilatarbelakangi sejumlah kendala yang dihadapi UMKM Lapis Angso Duo, terutama dalam pengelolaan persediaan bahan baku dan pemasaran digital. Pengelolaan stok yang belum terencana disebut dapat menyebabkan keterlambatan produksi ketika permintaan meningkat.
Ketua Tim Pengabdi Politeknik Jambi, Dedi Handoko, S.E., M.M., mengatakan kemampuan mengelola rantai pasok perlu berjalan beriringan dengan strategi pemasaran digital agar UMKM dapat merespons perubahan permintaan sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas.
"Seringkali UMKM fokus pada penjualan saja, tetapi lupa mengelola ketersediaan bahan baku sehingga saat pesanan melonjak, stok malah habis. Di sisi lain, potensi pasar digital sangat besar jika produk dikelola dengan optimasi Search Engine Optimization (SEO) dan profil bisnis yang tepat," ujar Dedi.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan dua materi utama. Materi pertama berkaitan dengan manajemen rantai pasok dan pengelolaan persediaan.
Dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Logistik Politeknik Jambi, Bella Suryani, S.M., M.M., membimbing peserta menggunakan spreadsheet digital untuk mencatat persediaan bahan baku serta menentukan reorder point atau titik pemesanan ulang.
Materi kedua berfokus pada pemasaran digital berbasis SEO. Peserta diperkenalkan dengan optimalisasi Google Business Profile, riset kata kunci lokal, serta teknik fotografi produk untuk meningkatkan visibilitas produk di mesin pencari.
Program PkM tersebut juga dilanjutkan dengan penyerahan hibah teknologi tepat guna (TTG) untuk mendukung proses produksi UMKM Lapis Angso Duo.
Peralatan yang diserahkan terdiri atas mesin pengaduk adonan roti berkapasitas 4 kilogram, lemari proofing untuk mengembangkan adonan, serta rak troli loyang berbahan stainless.
Dedi mengatakan kombinasi pelatihan manajerial dan dukungan peralatan produksi tersebut diproyeksikan dapat meningkatkan efisiensi operasional UMKM.
Menurut nya, program tersebut ditargetkan dapat memangkas waktu pengadaan dan produksi hingga 40 persen, meningkatkan jangkauan pasar hingga 30 persen, serta meningkatkan omzet penjualan sekitar 30–40 persen.
Angka tersebut merupakan target atau proyeksi program dan belum menunjukkan hasil evaluasi pascapelaksanaan.
Pimpinan UMKM Lapis Angso Duo, Fitri Lidia, mengatakan pelatihan dan bantuan peralatan tersebut membantu menjawab sejumlah kendala yang selama ini dihadapi dalam proses produksi.
"Sebagai pelaku usaha kecil, kami sering kesulitan saat pesanan melonjak. Dulu adonan harus diaduk bergantian dan stok bahan baku sering mendadak habis. Melalui pelatihan ini, kami langsung dipraktikkan cara menghitung stok lewat HP/laptop dan cara agar toko kami muncul di Google."
Fitri juga mengapresiasi hibah peralatan produksi yang diberikan Politeknik Jambi.
"Bantuan ini benar-benar jawaban atas kendala kami selama ini. Sekarang proses kerja kami jadi jauh lebih cepat, rapi, dan modern. Terima kasih banyak kepada tim Politeknik Jambi dan Kemdiktisaintek!"
Melalui kegiatan tersebut, Politeknik Jambi menargetkan pendampingan UMKM tidak hanya berhenti pada peningkatan kemampuan manajerial, tetapi juga berlanjut pada pemanfaatan teknologi untuk mendukung efisiensi produksi dan pemasaran.
