FIKRI: Dari kita untuk Desa, Menghidupkan Kembali Semangat Olahraga voli yang Memudar.




Mahasiswa KKN Posko 21
Gotong Royong lapangan voli
bersama pemuda Desa Sumber Jaya



KerisJambi.id - Pertama Kali Saya Menginjakan kaki di Desa Sumber Jaya pada saat melakukan survey lokasi KKN, Sama sekali tidak ter notice adanya lapangan voli dikarenakan sudah tumbuh semak belukar.


Lalu beberapa saat kemudian setelah kami melakukan TEMU SAPA untuk memaparkan Program Kerja apa saja yang akan kami laksanakan di Desa ini, Mulai ada usulan dari para pemuda Desa untuk membantu menghidupkan lapangan Voli yang sudah lama tidak terawat.


Tepat seminggu berada disana,Minggu 11 Juli 2026 pukul 08-00 kmi mulai berangkat dari posko menuju lapangan voli, Yang ternyata disana sudah ada para pemuda yang mulai membersihkan rumput yang telah menutupi seluruh lapangan voli.


Setelah lapangan voli sudah bersih dari rumput liar, Kami anak kkn posko 21 dan para pemuda Desa Sumber Jaya lanjut melakukan penebangan batang pinang yang nantinya akan digunakan untuk menjadi tiang jaring yang mengelilingi lapangan.


Sebanyak 6 batang pinang yang telah di tebang, kami saling bahu membahu membawa tiang tersebut menuju lapangan voli yang jaraknya lumayan jauh dengan cara dipikul. 


Tiang sudah berdiri di setiap sudut lapangan, Kami mulai merapikan dan menyatukan jaring yang langsung dipasang mengelilingi lapangan.


Tidak terasa Waktu sudah Pukul 16-00, Gotong royong membuka dan menghidupkan kembali lapangan voli yang sudah mati pun akhirnya selesai.


Setelah istirhat sejenak, Kami dan pemuda Desa Sumber Jaya langsung bermain voli bersama di lapangan tersebut, Yang mana bukan hanya dihadiri oleh kalangan remaja, Anak-anak hingga orangtua yang hobi voli pun turut andil meramaikan.


Sejak saat itu, Tiap sore di lapangan voli tersebut menjadi pelepas penat warga Desa setelah seharian bekerja.


Dimulai dari sanalah, sekat antara kami mahasiswa KKN UIN STS Jambi Posko 21 dan warga desa mulai mengikis. Kami tidak lagi merasa asing, bahkan sudah dianggap layaknya sanak saudara sendiri.