Jambi- Penguatan tata kelola kelembagaan dan transformasi ekonomi umat menjadi sorotan utama dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) 1 LAZISNU PWNU Jambi yang digelar di Aula Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jumat (5/6/2026).
Mengusung tema "Hierarki dan Administrasi yang Tertib, Terstruktur, Melahirkan Produktivitas Pengurus dan Menjadikan Mustahiq Menjadi Muzzaki", forum strategis ini merumuskan peta jalan baru filantropi Islam yang lebih modern, digital, dan mandiri di Provinsi Jambi.
Acara ini dihadiri oleh jajaran petinggi nahdliyin dan pejabat daerah, di antaranya Ketua LAZISNU PWNU Jambi Ali Murtada S.Sos.I, Direktur NU-Care PWNU Jambi Prof. Iskandar, Pimpinan LAZISNU PBNU yang diwakili Gus Rifqi Al-Mubarok, serta Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU Ibu Riri Koiriyah.
Turut hadir Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Muktamar (mewakili Gubernur Jambi Alharis), unsur Forkopimda, MUI Jambi, serta perwakilan syuriah dan tanfidziyah PWNU Jambi.
Mengubah Pola Konsumtif Menjadi Produktif
Dalam laporannya, Ketua LAZISNU PWNU Jambi, Ali Murtada, menyampaikan bahwa dalam tiga tahun perjalanannya, lembaga ini terus berproses mengenalkan diri ke sektor korporasi. Pertumbuhan pesat yang dialami LAZISNU diakuinya tidak lepas dari berkah doa para kiai.
Salah satu capaian konkret yang dipaparkan adalah penyaluran 47 unit gerobak bantuan UMKM di Kabupaten Bungo. Ali menegaskan, ke depan LAZISNU Jambi akan mengubah paradigma penyaluran bantuan.
"Amanah ini akan terus kita kembangkan. Kedepannya bantuan tidak lagi fokus pada pembagian sembako, melainkan dalam bentuk bantuan UMKM produktif," ujar Ali Murtada di hadapan para peserta Rakerwil, Jumat.
Kemandirian LAZISNU Jambi juga terbukti lewat optimalisasi program 'Koin Kaleng'. Dari hasil swadaya umat tersebut, LAZISNU kini telah memiliki aset tanah dan mobil operasional sendiri. Gerakan ini bahkan masif hingga ke tingkat bawah, seperti di Sungai Bahar, di mana 32 desa binaan kini sukses mengelola 38 unit mobil operasional.
Menatap masa depan, LAZISNU Jambi tengah bersiap menggarap program ketahanan pangan lewat pemanfaatan fasilitas kios dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, serta menjajaki kerja sama distribusi produk Teh Kayu Aro bersama PTPN.
Instruksi PBNU: Digitalisasi dan Jaga Tetangga dari Kelaparan
Apresiasi tinggi datang dari pengurus pusat. Pimpinan LAZISNU PBNU yang diwakili oleh Gus Rifqi Al-Mubarok memuji kesiapan matang LAZISNU Jambi. Menurutnya, duet kepengurusan yang didampingi oleh akademisi senior sekelas Prof. Iskandar menjadi jaminan track record organisasi yang profesional.
Gus Rifqi juga mengingatkan kembali pesan krusial dari Ketua Umum PBNU terkait fungsi sosial LAZISNU di tengah masyarakat.
"Instruksi Ketum PBNU jelas, LAZISNU harus bisa betul-betul memposisikan diri. Jangan sampai ada tetangga atau keluarga kita yang kelaparan. Kita harus peduli terhadap lingkungan sekitar," tegas Gus Rifqi.
Ia menambahkan, LAZISNU tidak boleh sekadar menjadi lembaga penyalur bantuan musiman, melainkan harus berdiri di garda terdepan dalam menyejahterakan umat, khususnya warga Nahdliyin. Untuk mendukung transparansi dan kemudahan donasi, LAZISNU kini juga telah memasifkan metode digitalisasi lewat sistem pembayaran QRIS.
Sinergi CSR Lintas Sektor
Sebagai bentuk nyata kolaborasi, Rakerwil 1 ini juga diisi dengan prosesi penandatanganan sekaligus penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari para mitra strategis.
Sejumlah perusahaan besar seperti Ajwa Tour, Indomaret, dan PTPN Jambi (PTPN 4 Regional 4 / Eks PTPN 6) secara resmi menyerahkan komitmen bantuannya untuk dikelola bersama LAZISNU.
Melalui ketertiban administrasi internal yang kuat dan dukungan modal kerja sama dari berbagai mitra, LAZISNU PWNU Jambi optimistis target besar memandirikan umat dan mengubah para penerima zakat (mustahiq) menjadi pemberi zakat (muzakki) dapat segera terealisasi. (*Red)


