The Amazon of Kerinci: Kaya dengan Ikan dan Burung Endemik

Doc: Tim Ekspedisi Anggota Muda Mapala SIGINJAI Unja bersama Bapak Zainuddin dari BB TNKS, 27 Desember 2025.


Kerisjambi.id-Basecamp Mapala SIGINJAI Universitas Jambi, 12 Januari 2026 – Tim Ekspedisi Anggota Muda Mapala SIGINJAI Universitas Jambi melaporkan temuan signifikan terkait keanekaragaman hayati di kawasan Rawa Bento, Kabupaten Kerinci. Eksplorasi yang dilakukan di kawasan rawa alami yang dijuluki sebagai “The Amazon of Kerinci” tersebut berhasil mengidentifikasi sejumlah spesies burung dan ikan endemik serta melakukan pemetaan krusial terhadap sebaran gulma.

Kegiatan Ekspedisi Anggota Muda ini dilaksanakan mulai tanggal 25 Desember 2025 hingga 02 Januari 2026 di Desa Jernih Jaya, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci. Berada di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), setiap aktivitas eksplorasi ini dijalankan di bawah prosedur ketat melalui pengurusan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI).


Ekspedisi ini diikuti oleh tujuh orang Anggota Muda Mapala SIGINJAI Universitas Jambi yang terdiri dari: Yovie Amanda, A. Budi Waluyo, Alya Wahyu Putri Septi, Paskalina Huby, Riski Sinurat, Rizky Novalia, dan Siti Hadyana. Seluruh tim bergerak di bawah pendampingan langsung Pristi Y Salbaini S.H., M.Kn.

Guna memastikan validitas identifikasi dan metodologi lapangan, tim telah memperoleh pembekalan intensif dari jajaran akademisi Universitas Jambi. Materi mengenai spesies endemik, teknik identifikasi, hingga pendataan sebaran gulma eceng gondok diberikan oleh: Bapak Dr. Tedjo Sukmono, S.Si., M.Si., Ibu Cory Wulan, S.Hut., M.Si., dan Ibu Elly Indra Swari, S.P., M.P.


Rawa Bento yang dikenal memiliki bentang alam luas kembali membuktikan potensi hayatinya. "Saat kegiatan di Rawa Bento, kami berhasil menemukan beberapa burung endemik yang menunjukkan bahwa keanekaragaman hayati di kawasan ini masih terjaga dengan baik," ujar A. Budi Waluyo, perwakilan tim ekspedisi.


Berikut adalah daftar burung yang berhasil teridentifikasi:

  • Burung Bambang Coklat (Ixobrychus cinnamomeus)
  • Burung Kuntul Kerbau (Bubulcus ibis)
  • Burung Pentet (Lanius schach)
  • Burung Berkik-kembang (Rostratula benghalensis)
  • Burung Cangak Merah (Ardea purpurea)
  • Burung Elang-ular Bido (Spilornis cheela)
  • Burung Cekakak Belukar (Halcyon smyrnensis)
  • Burung Kareo Padi (Gallinula chloropus)

Selain avifauna, tim juga berhasil mengidentifikasi keberadaan ikan endemik dan lokal di perairan Rawa Bento, di antaranya:

  • Ikan Semah (Tor douronensis)
  • Ikan Depik (Rasbora tawarensis)
  • Ikan Wader Peri (Rasbora argyrotaenia)
  • Ikan Gupi (Poecilia reticulata)
  • Ikan Ekor Pedang (Xiphophorus)
  • Ikan Wader (Barbodes binotatus)
  • Ikan Nyamuk/Ikan Cere (Eastern mosquitofish)
  • Ikan Guppy Longkang (Poecilia reticulata)
  • Evaluasi Destinasi dan Rekomendasi Pengembangan

Meski kaya secara hayati, tim ekspedisi memberikan evaluasi kritis terkait pengembangan Rawa Bento sebagai destinasi pariwisata alam unggulan di Kabupaten Kerinci. Terdapat beberapa aspek infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat yang dinilai memerlukan intervensi kebijakan.


“Kami melihat kebutuhan lahan parkir yang memadai perlu diupayakan, pemberdayaan UMKM untuk mendukung pariwisata Rawa Bento, serta perlunya pembangunan fasilitas home stay bagi pengunjung," ungkap Paskalina Huby.


Senada dengan hal tersebut, A. Budi Waluyo menambahkan pentingnya penyediaan fasilitas tempat ibadah agar kawasan wisata ini lebih ramah dan nyaman bagi pengunjung. Semua elemen ini dianggap sebagai pilar utama untuk mewujudkan Rawa Bento sebagai destinasi wisata yang lengkap dan berkelanjutan.


Keberhasilan ekspedisi ini didukung oleh kerja sama lintas sektor, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Dukungan administratif dan teknis mengalir dari Pemerintah Desa Jernih Jaya, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rawa Bento, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BB TNKS), hingga Pemerintah Kabupaten Kerinci.


Tim ekspedisi menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan semua pihak yang memungkinkan kegiatan eksplorasi ini berjalan aman dan sesuai dengan regulasi konservasi yang berlaku.

(PUTRI REGINA/KJA)