Deputi BGN RI Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis di Jambi, Soroti Kesiapan Infrastruktur SPPG



Kerisjambi.id- Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia menggelar kegiatan pengarahan dan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Kasatpel Yayasan dan Mitra SPPG se-Provinsi Jambi, Rabu (4/3/2026) sekira pukul 15.00 WIB. Kegiatan berlangsung di Ballroom lantai 5 Hotel BW Luxury, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi.


Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional RI, Letjen TNI (Purn) Dadang Hendrayudha, dan dihadiri sekitar ±800 peserta yang terdiri dari Kepala Dapur SPPG, Pengawas SPPG, Ahli Gizi, serta perwakilan Yayasan dan Mitra SPPG se-Provinsi Jambi.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danrem 042/Gapu Kolonel Inf Nyamin, S.I.P., M.M., Gubernur Jambi yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Johansyah, S.E., M.M., Kapolda Jambi yang diwakili Irwasda Polda Jambi Kombes Pol. Jannus P. Parlindungan, Kepala BPOM Jambi H. Syamsuritac, S.E., perwakilan Kabinda Jambi Agen Madya Muktaridi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi H.A. Jalaluddin, M.Pd.I., Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi Evi Gustina, serta sejumlah Kepala OPD terkait dan awak media.


Acara diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, serta laporan Ketua Panitia Harjito yang sekaligus memaparkan kondisi SPPG di Provinsi Jambi.

Dalam laporannya, Harjito menyampaikan bahwa dari total 144 SPPG, terdapat 136 yang masih memiliki berbagai permasalahan dan perlu evaluasi. Permasalahan tersebut meliputi fasilitas dasar seperti lantai dan plafon yang perlu perbaikan, toilet dan ruang dapur yang belum memadai, hingga beberapa titik yang belum dilengkapi CCTV.


Selain itu, masih terdapat kekurangan peralatan seperti meja stainless, rak makanan, tabung gas, sentral exhaust fan, ducting, serta perlengkapan dapur lainnya. Ia juga menyoroti aspek manajemen organisasi dan kedisiplinan pekerja. “Bagi yang tidak mengikuti ketentuan, akan diberikan surat pemberhentian kerja sama,” tegasnya.


Sementara itu, perwakilan Pengawas SPPG menyampaikan hasil evaluasi yang menunjukkan sekitar 80 persen permasalahan berada pada aspek infrastruktur. Beberapa temuan di antaranya belum tersedianya water heater untuk pencucian ompreng, area cuci yang sempit, talenan dan pisau yang digunakan secara bergantian untuk buah dan daging, serta keterbatasan rak gudang dan ruang pemorsian.


Selain itu, masih ditemukan alat dapur yang rusak seperti kuali, sutil, panci, dan blender yang perlu diganti. Pengawasan CCTV juga dinilai belum optimal, termasuk tidak adanya monitor CCTV di ruang kepala SPPG. Beberapa dapur juga belum memiliki gudang khusus peralatan maupun ompreng, serta ditemukan relawan yang hanya memiliki satu setel seragam kerja. Bahkan terdapat mitra yang masih tinggal dalam satu gedung dengan dapur, serta loker karyawan yang rusak dan tidak berfungsi.


Peserta kegiatan juga menyaksikan pemutaran video contoh kelengkapan dan prasarana dapur MBG dari BGN RI sebagai standar yang harus dipenuhi.


Dalam arahannya, Deputi BGN RI Letjen TNI (Purn) Dadang Hendrayudha menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan meninjau langsung pelaksanaan Program MBG di Jambi sejak Januari 2026. Ia menekankan pentingnya percepatan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta penggunaan menu berbasis kearifan lokal.


“Fokus kami memastikan kesiapan dapur umum dan kualitas menu Program Makan Bergizi Gratis, sekaligus membuka potensi bisnis bagi masyarakat lokal,” ujarnya.


Ia juga mendorong penggunaan bahan pangan lokal guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Selain itu, ia menginstruksikan agar layanan gizi, khususnya bagi anak sekolah, tidak terhambat persoalan administrasi serta tetap inklusif dan terkoordinasi dengan pemerintah daerah.


Kegiatan ditutup dengan menunggu waktu berbuka puasa bersama. Sekira pukul 19.00 WIB, kegiatan pengarahan dan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis selesai dalam keadaan aman dan kondusif. *Red


Tags: