Pulihkan Mental Warga Binaan, Lapas Kelas IIA Jambi Resmi Gulirkan Program Healing with Salat


 Kerisjambi.id, Jambi- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi bersama Samudra Inspirasi Ruhiologi (SIR) resmi meluncurkan Program Piloting & Implementasi Kurikulum Holistik Modul Aktivasi Ruhiologi (MAR): “Healing with Salat: Mindful Living ala Kecerdasan Ruhiologi (RQ)”, Senin (7/9/2026). Bertempat di Masjid Lapas Kelas IIA Jambi, peluncuran ini dirangkaikan dengan kegiatan bedah buku serta sesi intervensi psiko-spiritual perdana bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Program terobosan ini merupakan inisiasi bersama antara Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Dr. Syahroni Ali, A.Md.IP., S.H., M.H., dan Founder Ruhiologi sekaligus CEO SIR, Prof. Iskandar Nazari. Pendekatan ini memadukan pemulihan psikologis dan pembinaan spiritual dengan memfungsikan ibadah salat sebagai sarana kesadaran penuh (mindfulness) untuk merestorasi kesehatan mental.

Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Dr. Syahroni Ali, dalam sambutan dan arahannya saat membuka kegiatan menyampaikan apresiasi tinggi terhadap terobosan ini. Ia menegaskan bahwa pembinaan kepribadian di lapas harus menyentuh dimensi terdalam jiwa manusia dan terukur secara ilmiah.

“Setiap jiwa berhak atas kesempatan kedua untuk pulih, bertumbuh, dan kembali bersinar. Program ini bukan sekadar seremonial, melainkan model pembinaan kepribadian berbasis riset. Kami sangat mengapresiasi kolaborasi bersama Prof. Iskandar Nazari dan SIR untuk menghadirkan pemulihan mental warga binaan melalui perbaikan kualitas ibadah salat. Jika piloting ini berjalan sukses, kita targetkan menjadi model percontohan yang diterapkan secara menyeluruh bagi seluruh warga binaan di Lapas Jambi,” tegas Syahroni.

Usai seremoni pembukaan, sesi bimbingan perdana langsung digelar. Sebanyak 30 warga binaan yang terbagi ke dalam dua kelompok mengikuti sesi muhasabah interaktif bersama Prof. Iskandar Nazari.


Dalam forum yang berlangsung hangat dan terbuka tersebut, para peserta mencurahkan berbagai persoalan psikologis yang dialami selama menjalani masa pembinaan. Sejumlah persoalan yang mencuat antara lain tingginya tekanan stres, pikiran yang kerap tidak tenang dan sulit fokus, hingga pelaksanaan salat yang selama ini dirasakan masih sebatas rutinitas menggugurkan kewajiban lahiriah tanpa penghayatan yang membatin.


Menanggapi dinamika tersebut, Prof. Iskandar Nazari memberikan bimbingan langsung dengan formula Kecerdasan Ruhiologi (RQ). Salat diposisikan sebagai jangkar kesadaran (mindful living) untuk melepaskan trauma masa lalu, meredakan ketegangan batin, serta membangun kembali harapan hidup yang positif. Arahan tersebut disambut antusias oleh warga binaan yang menunjukkan dorongan kuat untuk mengenali diri dan memperbaiki kualitas hidup.


Program piloting ini dirancang berjalan intensif selama delapan pekan (dua bulan) ke depan. Guna mengukur efektivitas terapi, setiap peserta diwajibkan mengisi jurnaling reflektif di setiap waktu salat. Lembar kerja evaluasi tersebut akan dibahas dan ditinjau secara berkala setiap pekan oleh tim fasilitator guna memantau perkembangan emosional sekaligus memberikan solusi atas kendala kejiwaan yang dialami warga binaan. (*Red)