Seni Menggerakkan dan Estafet Kepemimpinan
Nafas kepemimpinan sejati ditekankan sejak awal acara saat dibuka oleh Dekan Fakultas Dakwah, Prof. Dr. Ahmad Syukri, S.S., M.Ag. Dalam pidato sambutannya yang mendalam, beliau mengingatkan para peserta bahwa esensi pemimpin bukan terletak pada otoritas, melainkan pada pengaruh yang humanis.
"Mahasiswa harus melatih jiwa kepemimpinan sejak dini agar mampu menjadi pemimpin yang memiliki nilai-nilai kemanusiaan. Pemimpin yang hebat adalah mereka yang bisa menggerakkan semua orang tanpa membuat orang lain merasa terpaksa," tegas Prof. Ahmad Syukri.
Menyambung pesan tersebut, Abdul Ghafur selaku perwakilan pelaksana, turut membakar semangat para peserta. Ia mengingatkan bahwa ruang Diklatpimda ini adalah kawah candradimuka bagi masa depan organisasi. Keberlanjutan tongkat estafet kepemimpinan di masa mendatang kini berada di pundak 50 mahasiswa yang hadir hari itu.
Membedah Gagasan 'Eko-Taktis' Bersama Para Pakar
Diklatpimda kali ini terasa berbeda dan unik berkat keberaniannya mengangkat isu krusial lingkungan hidup sebagai pilar utama. Melalui tema besar "Kepemimpinan Eko-Taktis: Membumikan Pikiran Rakyat, Menegaskan Tindakan Raja dalam Deklarasi Taubat Ekologi," para peserta diajak untuk tidak hanya peka secara sosial, tetapi juga responsif terhadap bumi.
Untuk membedah visi besar tersebut sekaligus membekali peserta dengan kemampuan manajerial yang matang, acara ini menghadirkan tiga pemateri ahli:
• Dr. Wien Arifin (Ketua Bawaslu Provinsi Jambi): Memaparkan materi krusial mengenai Transformasi Karakter dari Anggota Menjadi Eksekutif. Beliau membagikan kiat memilih gaya kepemimpinan yang adaptif serta seni membagi waktu secara seimbang antara tuntutan akademik dan dinamika organisasi.
• Hafizen, M.Sc. (Dosen): Mengupas tuntas sisi taktis organisasi lewat materi Teknik Komunikasi Birokrasi. Di sesi ini, peserta dibekali strategi melobi sponsor, formula jitu mengaktifkan kembali anggota yang pasif, hingga resolusi konflik internal tim.
• Ketua DEMA UIN STS Jambi: Mempertajam pisau analisis mahasiswa melalui materi Teknik SWOT. Peserta dilatih untuk peka membaca problem kampus maupun isu sosial, sekaligus piawai merumuskan indikator keberhasilan program kerja.
'Taubat Ekologi': Aksi Nyata Penanaman Pohon
Selaras dengan napas "Eko-Taktis" yang diusung, akhir dari Diklatpimda ini tidak dibiarkan menguap begitu saja dalam ruangan ber-AC. Acara ditutup secara simbolis melalui aksi nyata di lapangan berupa penanaman pohon yang dipimpin langsung oleh Wakil Dekan III, Dr. M. Junaidi Habe, M.Si.
Sebelum prosesi menanam dimulai, Dr. M. Junaidi menitipkan pesan pamungkas agar seluruh teori yang didapatkan segera diejawantahkan dalam tindakan konkrit.
"Praktikkan teori-teori yang didapatkan hari ini. Mahasiswa hari ini harus mampu membekali dirinya dengan soft skill yang kuat agar memiliki daya saing yang tinggi di dunia global," pungkas Wakil Dekan III.
Lewat aksi "Taubat Ekologi" ini, 50 mahasiswa Fakultas Dakwah UIN Jambi resmi melangkah pulang membawa identitas baru: sebagai agen perubahan yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan emosional, tetapi juga memiliki komitmen hijau yang tulus terhadap kelestarian lingkungan. (*Red)
