Fenomena Baru di Jambi: Mahallul Qiyam dan Kajian di Kafe Kian Diminati Anak Muda

 

Kerisjambi.id – Sebuah pemandangan yang tidak biasa terjadi di Kota Jambi. Lantunan shalawat, pembacaan Mahallul Qiyam, dan kajian keislaman menggema dari sebuah kafe yang biasanya menjadi tempat berkumpul anak muda. Momen tersebut terjadi dalam kegiatan “Kito Kaji: New Year New Iman” yang diselenggarakan oleh Hijrah Milenial (Hijmi) Provinsi Jambi bersama Majelis Riyadhul Sholihin di Tea Nol Beringin.


Kegiatan ini menjadi perhatian karena disebut sebagai pelaksanaan Mahallul Qiyam pertama yang digelar di sebuah kafe di Jambi, menghadirkan wajah baru dakwah yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda.


Di tengah stigma bahwa kafe identik dengan aktivitas nongkrong dan hiburan, kegiatan tersebut justru mengubah suasana menjadi majelis penuh shalawat dan pembelajaran agama. Anak-anak muda tampak memenuhi lokasi acara, mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat mulai dari pembacaan shalawat, Mahallul Qiyam, hingga kajian yang disampaikan oleh Gus Maulana.


Ketua Hijmi Jambi, Muhammad Reza Alfarissi, mengatakan bahwa konsep ini lahir dari keinginan menghadirkan dakwah yang lebih membumi dan mudah dijangkau generasi muda.


“Kami ingin menunjukkan bahwa dakwah bisa hadir di mana saja. Jika selama ini anak muda datang ke kafe untuk berkumpul, maka kami ingin menghadirkan nilai-nilai kebaikan di tempat yang dekat dengan mereka. Mahallul Qiyam di kafe ini menjadi simbol bahwa syiar Islam dapat menjangkau ruang-ruang yang lebih luas,” ujarnya.


Menurutnya, fenomena meningkatnya minat anak muda terhadap kegiatan keagamaan menunjukkan adanya kerinduan generasi muda terhadap ruang yang mampu menghubungkan mereka dengan ilmu, komunitas yang positif, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.


Kehadiran Mahallul Qiyam di ruang publik seperti kafe juga menjadi bentuk inovasi dakwah yang tetap menjaga nilai-nilai tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, namun disampaikan melalui pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman.


Sepanjang kegiatan, suasana berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para peserta tidak hanya mengikuti kajian, tetapi juga membangun silaturahmi dan jaringan komunitas yang memiliki semangat Juang yang sama.


Fenomena ini menunjukkan bahwa dakwah kreatif semakin mendapat tempat di kalangan generasi muda Jambi. Ketika ruang publik mampu diisi dengan kegiatan yang produktif dan bernilai spiritual, maka lahirlah ekosistem yang mendorong anak muda untuk bertumbuh, belajar, dan bergerak menuju perubahan yang lebih baik.


Mahallul Qiyam di kafe bukan sekadar sebuah acara. Ia menjadi penanda lahirnya babak baru dakwah anak muda di Jambi, di mana syiar Islam hadir lebih dekat, lebih hangat, dan lebih relevan dengan kehidupan generasi masa kini.