Kerisjambi.id, MUARO JAMBI, - Jumlah titik panas (hotspot) di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, melonjak tajam seiring memasukinya puncak musim kemarau.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi, sensor MODIS Satelit Terra-Aqua mencatat akumulasi sebanyak 676 titik hotspot di wilayah Muaro Jambi sejak Januari hingga pertengahan Agustus 2026.
Tren peningkatan titik panas ini terdeteksi signifikan sejak pertengahan tahun, selaras dengan mulainya periode kemarau.
Berikut rincian peningkatan titik panas di Muaro Jambi:
Juni 2026: 73 titik panas
Juli 2026: 86 titik panas
Pertengahan Agustus 2026: 251 titik panas
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Jambi Jaya Martuah Sinaga menjelaskan, Kabupaten Muaro Jambi saat ini mengalami kondisi musim kemarau di bawah normal. Rendahnya tingkat curah hujan memicu cuaca ekstrim terik yang mendominasi wilayah tersebut.
"Intensitas curah hujan tercatat sangat minim, yakni di bawah 50 milimeter per dasarian. Kondisi ini membuat cuaca harian dominan cerah dan terik," ujar Jaya saat dikonfirmasi, pertengahan Agustus 2026.
Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan
Jaya menambahkan, BMKG memprediksi puncak musim kemarau di wilayah Jambi masih akan berlangsung hingga September mendatang.
Durasi kemarau yang panjang ini berpotensi memicu kekeringan parah pada vegetasi hutan dan lahan gambut. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) jika tidak ada tindakan pencegahan secara masif.
BMKG mengimbau masyarakat serta pihak terkait untuk tidak melakukan pembakaran saat membersihkan atau membuka lahan, mengingat kondisi vegetasi yang sangat kering dan mudah terbakar. (*Red)

