Debit Air Sungai Batanghari Surut, Ratusan Petani Ikan Keramba di Muaro Jambi Merugi


Kerisjambi.id, ​MUARO JAMBI- Musim kemarau yang melanda wilayah Provinsi Jambi selama hampir dua bulan terakhir mulai berdampak serius pada mata pencaharian warga. Debit air Sungai Batanghari yang menyusut drastis membuat ratusan petani ikan keramba di sepanjang aliran sungai, khususnya di Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, terancam gulung tikar.


​Penyusutan air yang signifikan ini memicu perubahan kondisi lingkungan sungai. Air menjadi jauh lebih keruh, diselingi cuaca panas terik yang membakar wilayah tersebut setiap hari. Kombinasi ini menjadi ancaman mematikan bagi budidaya ikan warga.

​Kondisi ini dirasakan langsung oleh Kadir, salah satu petani ikan keramba di Desa Sarang Burung, Kecamatan Jambi Luar Kota. Ia mengaku panik karena ikan jenis nila di kerambanya mendadak mati secara masal setiap harinya sejak kemarau melanda.


​"Sejak memasuki musim kemarau, banyak ikan jenis nila di keramba yang mati mendadak setiap harinya," ujar Kadir saat ditemui di lokasi kerambanya.


​Kadir dan ratusan petani ikan lainnya kini hanya bisa pasrah melihat modal usaha mereka perlahan lenyap. Sungai Batanghari yang biasanya mengalir deras dan berdebit tinggi kini tak lagi bersahabat untuk kelangsungan hidup ikan keramba.


​Tanpa adanya penanganan khusus atau perubahan cuaca yang signifikan, para petani ikan keramba di Muaro Jambi kini dibayangi krisis ekonomi yang makin dalam akibat surutnya aliran Sungai Batanghari. (*Red) 

Tags: