Kerisjambi.id, Jambi- Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan komunitas, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ath Thobib Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi melaksanakan kegiatan SATYA (Sehat Tahtul Yaman) di wilayah RT 09, RT 10, RT 11, dan RT 12 Kelurahan Tahtul Yaman, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 14 Juli 2026 dengan berkolaborasi bersama Puskesmas Tahtul Yaman, Kader Jumantik, dan Kader Remaja sebagai bentuk sinergi dalam mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan masyarakat.
Program SATYA merupakan salah satu implementasi kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya memutus rantai penularan DBD. Mengingat Kelurahan Tahtul Yaman merupakan salah satu wilayah yang masih berpotensi mengalami perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, kegiatan ini dirancang untuk mengedepankan tindakan preventif melalui pemeriksaan jentik nyamuk sekaligus edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Tim PPK Ormawa Ath Thobib FKIK Universitas Jambi bersama seluruh mitra melakukan Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB) secara door to door dengan mengunjungi rumah-rumah warga. Pemeriksaan dilakukan pada berbagai tempat penampungan air seperti bak mandi, ember, drum, toren, maupun wadah non-penampungan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD. Selain melakukan identifikasi keberadaan jentik, tim juga memberikan bubuk larvasida (Abate) kepada masyarakat untuk digunakan pada tempat penampungan air yang sulit dikuras secara rutin sebagai langkah pencegahan berkembangnya larva nyamuk.
Sebagai bentuk perlindungan tambahan bagi masyarakat, kegiatan ini juga disertai dengan pembagian lotion anti nyamuk, khususnya kepada keluarga yang memiliki balita dan anak-anak yang lebih rentan terhadap gigitan nyamuk. Tidak hanya itu, masyarakat memperoleh edukasi mengenai Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, yang meliputi menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Edukasi dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah sehingga masyarakat dapat berdiskusi dan memahami langkah-langkah pencegahan DBD yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan hasil kegiatan, sebanyak 65 rumah berhasil dikunjungi dan diperiksa di wilayah RT 09, RT 10, RT 11, dan RT 12 Kelurahan Tahtul Yaman. Dari jumlah tersebut, ditemukan 59 rumah bebas jentik dan 6 rumah positif jentik, sehingga diperoleh Angka Bebas Jentik (ABJ) sebesar 90,77%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar rumah warga telah memiliki kondisi lingkungan yang cukup baik, namun capaian tersebut masih berada di bawah target nasional sebesar 95%. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan melalui peningkatan kesadaran masyarakat serta pelaksanaan pemeriksaan jentik secara rutin agar risiko penularan DBD dapat terus ditekan.
Keberhasilan kegiatan SATYA tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak yang memiliki peran strategis dalam pelaksanaannya. Puskesmas Tahtul Yaman memberikan pendampingan teknis, supervisi, serta arahan terhadap tindak lanjut rumah yang ditemukan positif jentik. Kader Jumantik berperan aktif dalam pemeriksaan dan pendataan kondisi lingkungan warga, sedangkan Kader Remaja turut memberikan edukasi serta menjadi agen perubahan dalam mengajak masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Sinergi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat menjadi modal penting dalam membangun budaya pencegahan penyakit berbasis pemberdayaan masyarakat.
Melalui kegiatan SATYA (Sehat Tahtul Yaman), Tim PPK Ormawa Ath Thobib FKIK Universitas Jambi berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah utama dalam mencegah Demam Berdarah Dengue. Program ini juga menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan kesehatan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat agar mampu menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi yang berkesinambungan antara perguruan tinggi, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah setempat, serta masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kesehatan lingkungan, SATYA menjadi bukti bahwa upaya pencegahan DBD akan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
Penulis: Aisyah Putri Ramadani
Editor : Sultan Hasanudin
