Kerisjambi.id, JAMBI- Sanggar Disabilitas Prestasi Rindani menerima kunjungan silaturahmi dari organisasi Wanita FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri) yang dipimpin langsung oleh Ibu Hj. Ratna. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan dukungan moril kepada para pengelola, orang tua, dan anak-anak disabilitas di sanggar tersebut.
Dalam sela-sela kunjungan, Ibu Hj. Ratna berpesan agar para orang tua tidak henti-hentinya mendampingi anak-anak dalam mengasah bakat, serta memberikan rasa percaya diri dan kenyamanan agar mereka tidak selalu bergantung pada orang lain. Selain pendidikan formal, kepemilikan keterampilan (skill) dinilai sebagai poin yang paling krusial bagi masa depan anak disabilitas agar mampu membuka usaha sendiri dan menarik minat masyarakat.
Sebagai salah satu anggota Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Ibu Ratna juga berencana menjembatani pihak sanggar untuk berbagi informasi ke organisasi lain. Menanggapi dukungan tersebut, Pemilik Sanggar Rindani, Ida Mariyanti, menyampaikan harapannya terkait kebutuhan mendesak yang saat ini dihadapi oleh sanggar, terutama terkait bimbingan keagamaan.
"Dari 29 anak disabilitas yang ada di sanggar kami, separuh lebih itu adalah tunarungu. Harapan kami kepada masyarakat luas, mungkin melalui ICMI atau Basnas, bisa melingkan atau mendatangkan guru mengaji disabilitas yang gratis seminggu sekali menggunakan bahasa isyarat," ungkap Ida Mariyanti.
Menurut Ida, penanaman nilai agama merupakan tiang utama yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak asuhnya agar mereka bisa mandiri secara spiritual.
"Sebab tiang agama adalah yang paling penting. Kami di sini hanya bisa memfasilitasi keterampilan skill untuk mencari nafkah, tapi untuk mengaji, kami sangat butuh guru yang paham bahasa isyarat untuk anak-anak tunarungu ini," tambahnya. (*Red)
