NU Care-LAZISNU Hadirkan Kemandirian Umat Guru Ngaji dan UMKM Bungo Bangkit


 

Kerisjambi.id- MUARA BUNGO- Pagi itu, Aula Bupati Bungo terasa berbeda. Tidak hanya dipenuhi kursi dan spanduk kegiatan, tetapi juga cerita hidup yang selama ini jarang terdengar. Di antara para tamu undangan, duduk guru-guru ngaji, pedagang kecil, dan warga yang terbiasa bekerja dalam senyap. Mereka yang lebih sering memberi daripada menerima.


Salah satunya Pak Ahmad. Sejak belasan tahun lalu, ia mengajar mengaji di surau kecil di pinggir kampung. Honor tak pernah pasti, kadang hanya sebungkus beras atau sekadar ucapan terima kasih. Namun Senin 9 Februari 2026, langkahnya menuju aula itu terasa lebih ringan. Ia datang bukan untuk meminta, melainkan untuk menyaksikan pengabdian yang selama ini sunyi kini mendapat tempat.


Hari itu, NU Care-LAZISNU PBNU bersama PT Indomaret menggelar Kick Off Program Keluarga Unggul. Sebuah program yang tidak sekadar menyalurkan bantuan, tetapi merancang jalan panjang menuju kemandirian umat. Satu unit Mobil Pelayanan Umat diserahkan, disusul puluhan sarana usaha produktif bagi pelaku UMKM di Kabupaten Bungo.


Bagi NU Care-LAZISNU, bantuan bukan tujuan akhir. Ia adalah pintu pembuka.

Direktur Wilayah NU Care-LAZISNU Provinsi Jambi, Prof Iskandar, menyebut kegiatan ini sebagai ikhtiar memuliakan manusia melalui kerja nyata.


"Kami ingin hadir di ruang-ruang yang sering luput. Guru ngaji yang menjaga nilai dan pedagang kecil yang menghidupi keluarga. NU Care-LAZISNU tidak ingin sekadar memberi, tetapi mendampingi sampai mereka benar-benar berdiri sendiri," ujarnya.


Mobil Pelayanan Umat yang diserahkan pagi itu akan menjadi perpanjangan tangan NU Care-LAZISNU di lapangan. Kendaraan tersebut dirancang untuk menjangkau desa-desa, membawa layanan sosial, kesehatan, serta pendampingan ekonomi. Di wilayah dengan jarak dan akses yang tidak selalu mudah, mobil ini menjadi simbol kehadiran dan kepedulian.


Di sisi lain aula, Ibu Siti, seorang pedagang kecil, berdiri sambil memandangi gerobak barunya. Selama ini ia berjualan dengan peralatan seadanya, berpindah-pindah tempat, sering kalah bersaing. "Saya tidak pernah menyangka bisa dapat bantuan seperti ini. Mudah-mudahan sekarang jualan lebih rapi dan pembeli bertambah," katanya pelan.


Kolaborasi ini juga mendapat perhatian dari tingkat pusat.

Direktur NU Care-LAZISNU PBNU yang diwakili Sekretaris Jenderal H.Gus Musyafa M.Fil. I menilai kerja sama dengan dunia usaha sebagai bentuk filantropi yang relevan dengan kebutuhan umat hari ini.


"Sedekah harus dikelola secara profesional dan bertanggung jawab. Ketika ekonomi umat dikuatkan dan pelayanan sosial diperluas, di situlah martabat umat tumbuh," ungkapnya.


Dukungan pemerintah daerah pun mengalir.

Bupati Bungo H Dedy Putra SH MKn menyampaikan apresiasi atas konsistensi NU Care-LAZISNU dalam kerja-kerja kemanusiaan. Ia mengingat pertemuan awal pada September 2025 yang kini berbuah aksi nyata.


"Program ini sejalan dengan visi pemerintah daerah. Kami siap mendukung dan mengawal agar manfaatnya dirasakan merata oleh masyarakat di seluruh kecamatan," tegasnya.


Sementara itu, PT Indomaret melalui Bambang Trijanto Senior Manager Marcom menegaskan bahwa seluruh bantuan bersumber dari donasi pelanggan yang dikelola secara amanah.


"Ini adalah titipan kebaikan masyarakat. Kami percaya NU Care-LAZISNU mampu menyalurkannya secara tepat dan berdampak jangka panjang," ujarnya.


Program Keluarga Unggul di Kabupaten Bungo menjadi langkah awal. NU Care-LAZISNU Provinsi Jambi menargetkan pendampingan berkelanjutan dengan tujuan menumbuhkan ratusan UMKM mandiri di 17 kecamatan hingga akhir tahun 2026.


Menjelang acara usai, tidak ada selebrasi berlebihan. Hanya jabat tangan, obrolan pelan, dan wajah-wajah yang tampak lebih ringan. Bagi sebagian orang, hari itu mungkin hanya satu kegiatan. Bagi mereka yang menerima manfaat, itulah hari ketika harapan kembali menemukan jalannya. *Red

Tags: