Ketika Peran Guru Digerus Zaman, Jambi Menjemput Kembali Ruh Pendidikan


Kerisjambi.id-JAMBI-Tidak semua krisis datang dengan hiruk pikuk. Dalam dunia pendidikan, krisis itu hadir diam diam ketika guru terjebak rutinitas administratif, ketika pembelajaran kehilangan daya hidupnya, dan ketika ruang kelas tak lagi menjadi ruang perjumpaan makna.


Peran guru tidak mati, tetapi perlahan tergerus.

Kesadaran inilah yang mendorong Musyawarah Guru Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam MTs Provinsi Jambi mengambil langkah berani. Melalui adopsi model RuhIO Mudarris gagasan Prof Iskandar pakar psikologi pendidikan dan Founder Ruhiologi para guru SKI diajak kembali pada satu hal mendasar menghadirkan ruh dalam proses belajar mengajar.Ini bukan sekadar pembaruan metode. Ini adalah upaya mengembalikan martabat guru sebagai pendidik seutuhnya.


Pendidikan yang Kehilangan Rasa

Dalam workshop yang digelar di MAN Model Jambi, Prof Iskandar mengajak para guru bercermin pada realitas yang kerap luput disadari. Pendidikan yang terlalu menekankan capaian kognitif sering kali melupakan dimensi rasa, makna, dan kehadiran batin.


Ilmu yang tidak menyentuh kesadaran hanya akan berhenti di kepala. Padahal pendidikan sejatinya adalah proses membentuk manusia, bukan sekadar mencetak hasil belajar. Melalui pendekatan Ruhiologi, lahirlah konsep RuhIO Mudarris yaitu sosok guru yang mengajar dengan kesadaran, menuntun dengan keteladanan, dan menghadirkan nilai dalam setiap proses pembelajaran. Guru tidak sekadar menyampaikan materi, tetapi menjadi medium nilai dan makna.o Konsep Ruhiologi Quotient atau RQ diperkenalkan sebagai upaya menyatukan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual dalam satu kesadaran utuh. Dengan RQ, pembelajaran tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memanusiakan.

Sejarah yang Dihidupkan, Bukan Dihafalkan

Ketua MGMP SKI Provinsi Jambi Abd Mukti S.Ag menyebut pendekatan ini sebagai jawaban atas kegelisahan guru SKI selama ini. Mata pelajaran sejarah kerap dipersepsikan sebagai hafalan peristiwa, tanggal, dan tokoh yang kering dan jauh dari kehidupan siswa. Melalui model RuhIO Mudarris, sejarah tidak lagi diajarkan sebagai cerita masa lalu, tetapi sebagai cermin nilai kehidupan.


Guru guru diajak merancang pembelajaran yang kontekstual, reflektif, dan bermakna. Kelas tidak lagi menjadi ruang instruksi satu arah, melainkan ruang dialog dan perenungan. Sejarah pun kembali bernapas. Sebagai tindak lanjut, MGMP SKI Jambi berkomitmen menjadikan pendekatan ini sebagai program percontohan, termasuk pengembangan bank materi pembelajaran berbasis nilai dan penerapan Kurikulum Cinta, sebuah ikhtiar membangun iklim belajar yang empatik, humanis, dan berkesadaran.


Menjaga Ruh Guru di Tengah Perubahan Zaman

Apa yang dilakukan MGMP SKI Jambi mungkin tidak langsung mengubah wajah pendidikan nasional. Namun dari langkah kecil inilah harapan itu tumbuh.Di saat pendidikan mudah tergoda pada kecepatan dan formalitas, Jambi memilih meneguhkan kembali esensi. Guru adalah penjaga ruh peradaban. Bukan sekadar pengajar, tetapi penuntun nilai. Bukan hanya pelaksana kurikulum, melainkan penghidup makna. Sebab pada akhirnya, pendidikan tidak pernah runtuh karena kekurangan metode.

Ia runtuh ketika kehilangan ruhnya.

Tags: