Anggota Brimob Polda Aceh Diduga Disersi dan Bergabung dengan Militer Rusia

Muhammad Rio, Ex Anggota Brimob Polda Aceh Bersama Tentara Bayaran Rusia Lintas Negara (Sumber:Redaksi) 
 

Kerisjambi.id- Jakarta - Seorang anggota Polri yang bertugas di Satuan Brimob Polda Aceh diduga melakukan tindakan disersi dengan pergi ke luar negeri dan bergabung dengan Angkatan Bersenjata Republik Federasi Rusia. Personel tersebut diketahui bernama Bripda Muhammad Rio.


Informasi yang diterima menyebutkan, Bripda Muhammad Rio diduga terlibat langsung dalam konflik bersenjata Rusia–Ukraina dan saat ini disinyalir berada di wilayah Donbass, Ukraina, yang merupakan garis depan pertempuran.


Kronologi Kejadian

Berdasarkan laporan, Bripda Muhammad Rio tidak hadir melaksanakan apel pagi dan tugas kedinasan tanpa keterangan sejak Senin, 8 Desember 2025, hingga saat ini.


Kemudian, pada Rabu, 7 Januari 2026, sekitar pukul 23.43 WIB, yang bersangkutan mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp kepada rekannya, Aipda Bayu Aji (Ba. Provos Satbrimobda Polda Aceh) serta AKP Ardiansyah.


Pesan tersebut disertai dokumentasi foto dan video yang memperlihatkan dirinya telah bergabung dengan militer Rusia.


Dalam pesan tersebut, Bripda Muhammad Rio mengaku telah mendaftar sebagai tentara di beberapa negara melalui jalur daring, antara lain Eropa, Amerika Serikat, Jerman, dan Rusia. Ia menyebutkan bahwa dirinya diterima sebagai tentara Rusia karena menguasai dua bahasa asing, yakni Inggris dan Rusia. Ia juga mengklaim telah menerima bonus awal sebesar 2 juta Rubel serta gaji bulanan 210 ribu Rubel.


Upaya Pencarian dan Proses Etik

Polda Aceh telah melakukan upaya pencarian terhadap yang bersangkutan dengan mendatangi rumahnya pada 24 Desember 2025 dan 6 Januari 2026. Namun, petugas hanya bertemu dengan istri Bripda Muhammad Rio, Cut Mela Maifira. Hasil pencarian tersebut telah dilaporkan kepada Bidang Propam Polda Aceh.


Selanjutnya, Sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) telah digelar secara in absentia, masing-masing pada Kamis, 8 Januari 2026, dan Jumat, 9 Januari 2026, di ruang sidang KKEP Bidpropam Polda Aceh.


Koordinasi Internasional

Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri melalui NCB Interpol Indonesia telah melakukan koordinasi dengan Atase Kepolisian Rusia di Kedutaan Besar Rusia di Jakarta untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.


Berdasarkan keterangan pihak Atase Kepolisian Rusia, saat ini Rusia memiliki sekitar 1,5 juta personel militer, termasuk 30 ribu tentara asing yang tergabung dalam Legiun Tentara Asing. 


Para tentara asing tersebut direkrut melalui perusahaan militer swasta yang dikenal sebagai Wagner Group dan umumnya ditempatkan di garis depan pertempuran di wilayah Donbass.


Pihak Atase Kepolisian Rusia menyatakan bahwa sangat sulit untuk membawa Bripda Muhammad Rio kembali ke Indonesia dalam waktu dekat, mengingat penempatannya di area konflik aktif.


Divhubinter Polri selanjutnya akan berkoordinasi dengan NCB Interpol Moscow serta KBRI Moscow untuk menelusuri keberadaan pasti dan status yang bersangkutan.(*Redaksi)