Kerisjambi.id - Komisi Informasi (KI) Provinsi Jambi melaksanakan kegiatan Visitasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Badan Publik Tahun 2026 ke Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Jambi pada Jumat (23/10). Kegiatan tahunan ini digelar untuk meninjau secara langsung komitmen, kepatuhan, serta implementasi keterbukaan informasi publik di lingkungan lembaga peradilan tersebut.
Rombongan tim visitasi dipimpin langsung oleh Ketua KI Provinsi Jambi, Ahmad Taufik Helmi, dengan didampingi oleh Koordinator Bidang Kelembagaan KI Provinsi Jambi, Siti Masnidar. Kehadiran tim Monev disambut hangat oleh Ketua PTA Jambi, Dra. Hj. Nia Nurhamidah Romli, M.H., beserta jajaran pimpinan pengadilan.
Dalam rangkaian penilaian visitasi tersebut, Ketua PTA Jambi memaparkan berbagai terobosan digital yang menjadi keunggulan instansinya. PTA Jambi saat ini telah mengoperasikan berbagai layanan informasi berbasis aplikasi terintegrasi yang mencakup dua fungsi utama, yakni fungsi internal dan fungsi pengawasan.
"Layanan aplikasi ini dirancang untuk mempercepat efisiensi administrasi tata kelola serta koordinasi di lingkungan internal peradilan. Selain itu, aplikasi ini menjadi instrumen penting untuk memantau kinerja para hakim dan aparatur peradilan demi menjaga integritas, transparansi, serta kualitas penegakan hukum," ujar Nia Nurhamidah Romli saat memberikan paparan.
Menanggapi paparan tersebut, Ketua KI Provinsi Jambi, Ahmad Taufik Helmi, memberikan apresiasi tinggi terhadap performa dan komitmen tata kelola informasi di PTA Jambi. Berdasarkan hasil pantauan, infrastruktur dan aksesibilitas keterbukaan informasi di lembaga vertikal ini dinilai sudah sangat mumpuni.
"Pada prinsipnya, lembaga vertikal ini sudah sangat baik dalam hal ketersediaan informasi publik. Kemudahan aksesibilitasnya patut diacungi jempol," kata Taufik
Kendati demikian, ada sedikit catatan dan penekanan strategis yang jauh lebih penting untuk masa depan pelayanan informasi publik. KI Provinsi Jambi kini mendorong standar yang lebih tinggi, yakni aspek kemanfaatan nyata dari data yang disajikan bagi masyarakat luas selaku pengguna informasi.
"Namun, yang jauh lebih kami dorong lagi penekanan ke depannya bagaimana informasi publik itu benar-benar bermanfaat bagi masyarakat secara umum. Bukan hanya sekadar mudah diakses, tetapi informasi-informasi yang berkaitan dengan program kerja juga harus bisa menyentuh, dipahami, dan membawa dampak positif langsung bagi publik," tegas taufiq.
