BMKG: Puncak Kemarau Di Muaro Jambi Diprediksi Agustus-September


 Kerisjambi.id,​MUARO JAMBI - Ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Muaro Jambi diprediksi belum akan mereda. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan puncak musim kemarau di wilayah tersebut baru akan terjadi pada Agustus hingga September mendatang.


​Berdasarkan pantauan BMKG Stasiun Jambi, sepanjang Januari hingga akhir Juli, telah terdeteksi sebanyak 392 titik panas (hotspot) di Kabupaten Muaro Jambi. Catatan ini menempatkan Muaro Jambi di posisi kedua sebagai daerah dengan sebaran hotspot terbanyak di Provinsi Jambi, berada di bawah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.


​Potensi lonjakan titik panas dikhawatirkan kian meningkat saat memasuki puncak kemarau. Tanpa langkah antisipasi dini, kondisi tersebut berisiko memperburuk potensi karhutla di kawasan yang dikenal rawan ini.


​Kepala BMKG Stasiun Koordinator Jambi, Ibnu Sulistyono, menegaskan bahwa maraknya titik panas harus disikapi serius oleh semua pihak. Langkah mitigasi dan pencegahan perlu diperketat untuk menekan risiko kebakaran yang lebih luas.


​"Tingginya jumlah titik panas ini menjadi sinyal bahwa langkah pencegahan harus ditingkatkan. Selain pemerintah dan aparat terkait, masyarakat juga diminta berperan aktif dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar," ujar Ibnu.


​Dampak karhutla di Muaro Jambi sejatinya sudah mulai dirasakan masyarakat. Pada 12 Juli lalu, BMKG Stasiun Klimatologi Jambi sempat merilis peringatan terkait kualitas udara di Muaro Jambi yang menembus kategori Sangat Tidak Sehat.


​Hingga akhir Juli, tercatat sedikitnya 13 kejadian kebakaran lahan telah terjadi di Kabupaten Muaro Jambi, dengan total luas lahan terbakar mencapai lebih dari 12 hektare. Pemerintah daerah beserta Satgas Karhutla pun mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan penuh selama beberapa bulan ke depan. (*Red)