Bpbd Catat 1,7 Hektare Lahan di Muaro Jambi Terbakar hingga Juni 2026, Diduga Akibat Kelalaian Manusia

Kerisjambi.id,MUARO JAMBI- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaro Jambi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pasalnya, memasuki pertengahan Juni 2026 ini, BPBD mencatat telah terjadi tiga titik kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.


​Dari tiga peristiwa kebakaran yang terjadi sepanjang periode Januari hingga pertengahan Juni tersebut, total luas lahan yang hangus terbakar diperkirakan telah mencapai 1,7 hektare.


​Berdasarkan data dari BPBD, seluruh area yang terbakar merupakan lahan mineral yang berada di kawasan perkebunan milik masyarakat. Titik api tersebar di dua kecamatan, dengan rincian dua titik kebakaran terjadi di Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), dan satu titik lainnya berada di Kecamatan Sekernan.


​Meskipun penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib, namun dugaan sementara menyebutkan bahwa peristiwa ini dipicu oleh faktor kelalaian manusia.


​Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, menjelaskan bahwa seluruh upaya pemadaman di masing-masing lokasi kebakaran berhasil ditangani dengan cepat melalui jalur darat.

​Mengingat adanya peningkatan suhu panas di berbagai daerah akhir-akhir ini, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla terus disiagakan di lapangan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.


​"Hingga kini personel masih terus disiagakan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, seiring dengan peningkatan suhu panas di berbagai daerah," kata Anari Hasiholan Sitorus.


​Saat ini, Kabupaten Muaro Jambi masih berada dalam Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan. Status ini telah ditetapkan pemerintah daerah sejak 15 April lalu dan direncanakan akan terus berlaku hingga 15 Oktober 2026 mendatang.


​Sebagai langkah antisipasi dini, BPBD Muaro Jambi tidak hanya menyiagakan personel dan peralatan pemadaman, tetapi juga telah memetakan sejumlah wilayah yang masuk dalam kategori zona rawan karhutla guna mempercepat penanganan jika sewaktu-waktu kembali terjadi kebakaran. (*Red) 

Tags: