ENAM KETUA PK GOLKAR SUNGAI PENUH NYATAKAN MOSI TIDAK PERCAYA TERHADAP DPD II

Kerisjambi.id | Sungai Penuh — Enam Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Kota Sungai Penuh secara resmi menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan DPD II Partai Golkar Kota Sungai Penuh.


Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk keprihatinan serius terhadap kondisi internal partai yang dinilai telah menyimpang dari prinsip-prinsip organisasi serta melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar.


Para Ketua PK tersebut adalah:


* Aries Pratama (PK Sungai Penuh)

* Dedet Kurniawan (PK Pondok Tinggi)

* Master (PK Pesisir Bukit)

* Firdaus (PK Kotobaru)

* Yan Aktiva (PK Hamparan Rawang)

* Hendro Joni (PK Kumun Debai)


Dalam pernyataan sikapnya, mereka menilai telah terjadi upaya yang sistematis, terstruktur, dan masif untuk melemahkan serta menyingkirkan kepengurusan PK yang sah melalui mekanisme yang tidak demokratis.


“Kami melihat adanya indikasi kuat permufakatan untuk melegitimasi Muscam yang tidak sah, yang jelas-jelas bertentangan dengan AD/ART dan Peraturan Organisasi Partai Golkar,” ujar salah satu perwakilan Ketua PK.


Mereka juga menegaskan bahwa hanya PK yang memiliki SK masa bakti 2022–2027 yang sah dan berhak mengikuti Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Sungai Penuh Tahun 2026.


Selain itu, mereka mendesak agar pelaksanaan Musda diambil alih oleh DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi, mengingat DPD II dinilai tidak lagi netral dan sarat dengan kepentingan pribadi.


Tidak hanya itu, dalam pernyataan tersebut juga disampaikan tuntutan tegas agar Ketua DPD II Partai Golkar Kota Sungai Penuh, Fikar Azimi, segera dinonaktifkan dari jabatannya.


“Selama masa kepemimpinannya, yang bersangkutan dinilai tidak menjalankan fungsi organisasi secara maksimal, tidak aktif di daerah, serta tidak pernah melakukan konsolidasi partai secara berkelanjutan,” tegas mereka.


Para Ketua PK juga memperingatkan bahwa apabila tuntutan tersebut tidak direspons, mereka akan mengambil langkah organisasi dan politik lanjutan sesuai dengan mekanisme yang berlaku di Partai Golkar.


Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal kuat adanya dinamika serius menjelang Musda Partai Golkar Kota Sungai Penuh Tahun 2026.