JAMBI – Rocky Candra mengatakan bahwa tantangan bangsa di era digital semakin kompleks, mulai dari intoleransi hingga penyalahgunaan teknologi informasi. Kelurahan Tahtul Yaman, Kec. Pelayangan, Kota Jambi. 20/12/25
Menurutnya, kemajuan teknologi yang seharusnya membawa kemudahan justru bisa menimbulkan persoalan baru apabila tidak dibarengi dengan pemahaman nilai kebangsaan.
Oleh sebab itu, ia menilai penguatan Empat Pilar merupakan kebutuhan mendesak. Empat Pilar yang dimaksud adalah Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempatnya, kata Rocky, harus menjadi landasan dalam bersikap dan bertindak di tengah derasnya arus informasi.
“Empat Pilar menjadi kompas moral di tengah derasnya arus digitalisasi,” ujar Rocky Candra Anggota DPR RI Dapil Jambi.
Ia menegaskan bahwa tanpa pegangan nilai, masyarakat akan mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak benar, ujaran kebencian, dan paham-paham yang dapat memecah belah persatuan.
Ia mengingatkan generasi muda sebagai pengguna internet terbesar agar bijak bermedia sosial. Mereka diharapkan tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Literasi digital dinilai penting, namun harus sejalan dengan literasi kebangsaan.
Selain itu, ia mendorong berbagai pihak, mulai dari lembaga pendidikan hingga organisasi masyarakat, untuk terus menggaungkan sosialisasi Empat Pilar. Kolaborasi berbagai elemen dinilai penting agar nilai kebangsaan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tak hanya itu, Rocky Candra menekankan bahwa penguatan Empat Pilar bukan sekadar program, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
“Dengan berpegang pada nilai-nilai dasar negara, ia optimistis Indonesia mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri,” tutupnya.
