Kerisjambi.id-TEBO - Desakan efisiensi anggaran APBD TA 2026, pemerintah kabupaten Tebo memutuskan sebuah kebijakan pembangunan infrastruktur bisa dijalankan maksimal. Menurut bupati Tebo, Agus Rubiyanto mengatakan pemotongan TKD menjadikan APBD TA 2026 terserap hingga 45 persen untuk alokasi belanja pegawai. Meskipun pembangunan infrastruktur tetap ada tetapi anggaran kecil. Sehingga tidak maksimal dan tuntas semua, apabila tidak mengajukan pinjaman ke PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
" pinjaman Rp140 milyar ke PT SMI sudah berproses di DPRD dan dibahas dalam KUA PPAS 2026, tinggal menunggu pengesahan APBD," kata Agus, Kamis (27/11/2025) petang.
Awal usulan pengajuan pinjaman ke PT SMI itu mencapai Rp350 miliar. Melihat penilaian dari kondisi fiskal Pemkab Tebo, hanya disetujui Rp140 milyar.
Dikatakan dia, dana Rp140 miliar dari PT SMI tersebut pada awal usulan untuk membiayai 8 titik pembangunan infrastruktur jalan. Namun dengan adanya penurunan dana transfer ke daerah (TKD) tinggal menjadi 3 titik ditambah 1 titik untuk pembiayaan beberapa sarana prasarana di rumah sakit umum daerah (RSUD).
Tidak semua daerah yang mengajukan pinjaman ke PT SMI semuanya di setujui, dan hanya beberapa Kabupaten saja se- Indonesia. Hal ini sudah dianjurkan, kata dia, baik saat kami retreat kemarin, dan direview oleh Kemendagri setiap otonomi daerah yang pasti harus minjam.
" Untuk bunga pinjaman PT SMI lebih kecil, sekitar 0,5 persen perbulan di banding dengan pinjaman bank lainnya, ini kaya pinjaman KUR lah," jelas Agus Rubiyanto.
Redaksi