JAMBI – Dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, anggota DPR RI Rocky Candra mengajak masyarakat untuk semakin bijak menggunakan media sosial di tengah derasnya arus informasi digital. Ia menilai bahwa ruang digital hari ini bukan sekadar tempat berbagi informasi, tetapi juga arena pembentukan opini publik yang dapat mempengaruhi persatuan bangsa. Kelurahan Tanjung Pasir, Kec. Danau Teluk 22/12/25
Rocky mengatakan, perkembangan teknologi informasi telah membuat informasi beredar begitu cepat tanpa batas. Namun, kemudahan tersebut sering tidak diimbangi dengan kesadaran kritis pengguna. Banyak masyarakat, katanya, yang kemudian terjebak dalam penyebaran kabar bohong atau hoaks tanpa melakukan pengecekan lebih dahulu.
Menurut Rocky, fenomena ujaran kebencian dan disinformasi di media sosial berpotensi memicu konflik horizontal. Ia menegaskan, nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi landasan ketika masyarakat berinteraksi di dunia maya. “Empat Pilar jangan hanya dipahami sebagai konsep, tetapi dipraktikkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk di media sosial,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Pancasila mengajarkan sikap saling menghormati, musyawarah, serta mengutamakan persatuan. Karena itu, narasi yang dibangun di media sosial seharusnya mendorong empati, bukan memperuncing perbedaan. “Gunakan media sosial untuk memperkuat persatuan, bukan sebaliknya,” kata Rocky.
Rocki menambahkan, literasi digital menjadi salah satu kunci penting untuk membendung maraknya hoaks. Masyarakat diharapkan lebih selektif dalam menerima informasi dan tidak mudah terpancing oleh judul provokatif. Ia meminta warga memastikan sumber informasi yang diterima berasal dari kanal yang kredibel.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak generasi muda untuk menjadi teladan di ruang digital. Generasi milenial dan Gen Z dinilai memiliki peran strategis karena merupakan pengguna internet terbesar di Indonesia. “Anak muda harus menjadi agen penebar konten positif, bukan justru menyebarkan ujaran kebencian,” ucapnya.
Rocky berharap sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tidak berhenti pada forum-forum seremonial, melainkan diteruskan dalam praktik nyata di lingkungan masing-masing. Ia percaya, apabila nilai-nilai kebangsaan benar-benar dihidupi, ruang digital Indonesia dapat menjadi sarana edukasi, kolaborasi, dan penguatan kohesi sosial, bukan arena pertikaian yang memecah belah.
